TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perumahan Rakyat optimis program pembangunan seribu tower rumah susun sederhana hak milik (Rusunami) tetap berjalan. Keyakinan itu bisa berjalan bersama harapan, pemerintah daerah memberikan kemudahan dalam perizin.
Demikian disampaikan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Kamis (16/2/2012). Menurutnya, Rusunami merupakan sebuah gagasan pembangunan hunian yang tepat untuk dibangun di daerah kota-kota besar
“Kalau masyarakat bisa tinggal di Rusunami tentunya mobilitas dari rumah ke tempat kerja akan berkurang,” ujar Djan.
Rusunami, kata Djan, salah satu solusi untuk mengurangi mobilitas penduduk yang bepergian dari pinggir ke pusat kota yang menjadi tempat kerjanya.
Diakuinya, pembangunan rusunami di kawasan perkotaan mentok pada masalah lahan yang harganya mahal. Saat ini Kemenpera sedang berupaya menggandeng Kementerian BUMN untuk menggunakan tanah-tanah yang mereka miliki di perkotaan untuk dibangun Rusunami.
Djan membantah target penghuni Rusunami yang terjadi sekarang salah sasaran. Pasalnya, masyarakat yang ingin memiliki Rusunami lewat cara kredit akan diverifikasi terlebih dahulu oleh pihak bank. Kemenpera juga akan melakukan sejumlah perubahan peraturan terkait jual-beli Rusunami.
“Masyarakat yang membeli Rusunami dengan memanfaatkan subsidi pemerintah ke depan tidak boleh memperjualbelikan atau memindah tangankan. Jadi yang tinggal di Rusunami tersebut benar-benar mereka yang membutuhkan rumah,” tegasnya.
Baca tanpa iklan