News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Preman Santun ala Front Betawi Rempug

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tindak kekerasan yang kembali marak di Jakarta belakangan ini memicu komentar-komentar dari banyak pihak, termasuk para anggota organisasi sosial masyarakat (Ormas). Tokoh Forum Betawi Rempug (FBR) berpendapat boleh saja menjadi preman, asal jangan anarkis dan bertindak santun.

Hal ini disampaikan Sekjen DPP FBR, Daniel Alhaj yang mengatakan jika memang pilihan menjadi preman untuk mencari nafkah, maka hal itu sah-sah saja.

"Kalau jadi preman untuk mencari nafkah, silakan. Tetapi jadi preman harus santun dan jangan anarkis, apalagi main hakim sendiri sampai bunuh-bunuhan. Itu bertentangan dengan agama," ujar Daniel dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (23/2/2012).

Apa dan bagaimana yang dimaksud preman santun itu? Alhaj menjelaskan preman juga harus menjadi warga negara yang baik dan taat akan hukum serta tidak boleh semaunya mengikuti keinginannya sendiri.

"Kami sungguh merasa prihatin atas kasus-kasus yang melibatkan preman akhir-akhir ini. Sering berperilaku anarkis, membunuh, menyiksa, dan beringas dalam menyelesaikan sesuatu masalah," ucapnya.

Atas dasar itu, kata Daniel, FBR menuntut wibawa dan ketegasan dari aparat penegak hukum, baik itu kepolisian, kejaksaan, sampai pengadilan sebagai pintu-pintu yang harus dilalui dalam penegakan hukum.

"Sebenarnya yang lebih berbahaya di negara ini masalah mafia dan korupsi dibanding preman," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini