News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Petani Garam Madura Minta Ical Evaluasi Cicip dan MS Hidayat

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Solidaritas Petani Garam Madura meluapkan kekesalan atas rencana Impor Garam dengan melemparkan garam ke poster bergambar Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Sutarjo, di depan kantor DPP Golkar, Sabtu (25/2/2012)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Solidaritas Petani Garam Madura meminta Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengevaluasi kader partainya di KIB II, yakni Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Sutarjo.

Menurut Solidaritas Petani Garam Madura kedua kader Golkar yang duduk di KIB II ini rencana impor garam akan membunuh para petani garam Madura.

Ditegaskan Kordinator aksi Afidurrahman, mereka sangat keberatan dengan rencana impor garam.

Karenannya, ia menyatakan impor garam yang akan dimulai akhir Februari 2012 selain mematikan petani, potensi garam, juga menjadi predator anjloknya harga garam.

"Kami sekali lagi mengingkan agar kader Golkar yang ada di KIB untuk mengintrospeksi rencana impor garam dan membatalkan rencananya," serunya, saat berorasi di depan Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Sabtu (25/2/2012).

Atas rencana impor garam tersebut, Solidaritas Petani Garam Madura meminta Partai Golkar menjadi partai pelopor penolakan impor garam.

"Kami meminta Ketua Umum Partai Golkar mengevaluasi kaderi Partai Golkar, MS Hidayat dan Cicip Sutarjo di KIB II yang nyata-nyata mendukung impor garam. Kami menilai kedua kader dimaksud telah membunuh nasib petani garam Madura," tegasnya.

Aksi demonstrasi belasan anggota yang tergabung dalam Solidaritas Petani Garam Madura diikuti belasan orang. Dalam aksinya, selain berorasi, mereka juga mengungkapkan kekeselan hati mereka atas rencana impor garam itu dengan melemparkan garam kedalam lingkungan kantor DPP Golkar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini