News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ironis, Pemerintah Abaikan Perempuan Korban Seksual

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kekerasan seksual terhadap perempuan masih banyak terjadi. Tidak hanya di tempat sepi, bahkan di tempat-tempat umum di ibu kota pun kerap terjadi hingga saat ini.

Menurut data yang dihimpun Polda Metro Jaya Jakarta, terjadi peningkatan kasus perkosaan di angkutan umum kota sebesar 13,33 persen.

Jika pada tahun 2010 terjadi sekitar 60 kasus, di tahun 2011 meningkat mencapai 68 kasus.

Dian Novita, Humas Komite Nasional Perempuan Mardhika juga mencotohkan, bahwa di Kawasan Berikat Nusantar (KBN) Cakung Jakarta Utara misalnya, yang mayoritas pekerjanya perempuan tak jarang mendapat tindak pelecehan seksual ketika jalan ke tempat kerja maupun pulang kerjanya.

Bahkan, sambungnya, tak jarang perempuan harus mendapat pelecehan seksual terlebih dulu jika ingin mendapat pekerjaan maupun posisi yang bagus di kantornya.

"Hal ini hanya sedikit contoh dari situasi kerja negatif yang dialami banyak perempuan di Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Dian, pemerintah juga belum menyelesaikan kasus-kasus tersebut, yang banyak terjadi saat berbagai wilayah Indonesia sedang konflik. Banyak korban perempuan yang tak terjamah kebijakan pemerintah dalam hal rehabilitasinya.

"Contohnya tahun 1965 dan 1998. Masih banyak korban perkosaan massal pada tahun itu," cetusnya.

Ironisnya, imbuh Dian, peremintah hingga saat ini, tidak menjadikan isu perempuan menjadi target nasional.

"Mereka (pemerintah dan DPR) justru mengabaikan segala tindak kekerasan yang terjadi selama ini," sergahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini