News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hanura versus Ramadhan Pohan

Hanura: Ramadhan Baru Belajar Politik

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yuddy Chrisnandi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi menganggap Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan baru belajar dunia politik.

Pernyataan Yuddy ini menanggapi tudingan Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan terhadap Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto, yang menyetujui demonstrasi anarkis dalam waktu dekat.

"Jadi, tidak level buat ditanggapi, biar sajalah. Namanya juga baru belajar di dunia politik. Mungkin (Pohan) sedang menikmati euforia sebagai politisi partai berkuasa," ujar Yuddy Chrisnandi, Ketua DPP Partai Hanura, Senin (5/3/2012).

Adalah hal yang wajar, kata Yuddy, bila Ramadhan Pohan mengeluarkan pernyataan yang sedikit nyeleneh. "Sedang cari-cari perhatian," tegasnya.

Minggu (4/3/2012) kemarin, Ramadhan Pohan menduga Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto menyetujui demonstrasi anarkis dalam waktu dekat. Semestinya, Wiranto berperan aktif mencegah hal itu dan bukan sekadar menyatakan ada kecenderungan atau tendesi mengarah gerakan itu.

"Menyangkut gerakan-gerakan demo, kesan saya ada dugaan persetujuan Wiranto. Mestinya Pak Wiranto cegah semua tendensi anarkisme di bangsa ini. Wiranto harus di garda depan bersama gerakan pro demokrasi mencegah dijatuhkannya pemerintahan sah di tengah jalan," ujar Ramadhan.

Konstitusi dan stabilitas negara, katanya lagi, harus jadi tanggung jawab bersama, termasuk Wiranto. Karena itu, anggota Komisi II DPR itu mengimbau Wiranto bersama semua pihak untuk mencegah semua upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah saat ini, SBY-Boediono.

"Taufik Kiemas dan petinggi PDIP saja bisa komitmen untuk empat pilar bangsa dan jaga agar pemerintahan ini tidak asal dijatuhkan. Semestinya, Wiranto terbuka juga berkomitmen demikian. Kritik terhadap kebijakan pemerintah, itu wajib. Tapi, tendensi indikasi aminkan gerakan rongrong pemerintah sah, harus dilawan," ujar Pohan menandaskan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini