News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Anggaran Pakaian Staf DPR Capai Rp 2,1 Miliar

Penulis: Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kuasa Hukum Tim Advokasi, Ridwan Darmawan, Koordinator Advokasi Investigasi Fitra, Ucok Sky Khadafi, Sekjen Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), David Sitorus, Sekjen Fitra, Yuna Farhan, dan Kuasa Hukum Tim Advokasi, Jansus Saiholo (kiri ke kanan), saat jumpa pers terkait rencana pembangunan gedung baru DPR, di Jakarta Pusat, Minggu (3/4/2011). Mereka berencana menggugat pembangunan gedung baru DPR ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena menghilangkan kedaulatan rakyat atas anggaran.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengungkap anggaran pengadaan pakaian staf DPR RI mencapai Rp 2,1 miliar. Anggaran pengadaan seragam staf DPR pada tahun ini lebih tinggi dibanding anggaran pengadaan yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 486 juta.

"Pengadaan pakaian dinas pegawai dan petugas prokotol acara-acara kenegaraan dan output kegiatan ini adalah pakaian kerja seragam pegawai Setjen DPR RI, tenaga teknis, pegawai TV Parlemen, pegawai protokol, jas untuk penerima Satya Lencana Tahun Anggaran 2012 sebesar Rp 2,1 miliar dan anggaran Tahun 2011 sebesar Rp 486 juta," kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, Selasa (13/2/2012).

Menurut Uchok, pengadaan pakaian ini betul-betul pemborosan anggaran. Padahal, masih banyak rakyat Indonesia yang tidak bisa membeli pakaian, atau hanya bisa mengenakan pakaian yang sama setiap hari.

"Masa', setiap tahun. Misalnya pegawai Sekjen dan pegawai protokol memdapat pakaian dari negara. Padahal, tahun ini beli pakaian, masa tidak bisa dipakai untuk tahun pakaian," ujarnya.

Menurut Uchok, ketimpangan dua keadaan itu menunjukan ketidakadilan dalam mengalokasi anggaran. "Seharusnya Pak Marzuki (Ketua DPR RI), atau BK bukan mengurusi rok mini, tapi seharusnya yang diurusin oleh Pak Marzuki itu anggaran untuk rakyat yang selalu mini," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini