News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rencana Kenaikan Harga BBM

SBY Bisa "Sakit Kepala" Pikirkan Sikap Golkar

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ribuan gambar SBY di bakar mahasiswa saat demo tolak kenaikan BBM di bawah Jembatan flyover Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (29/3). Puluhan ribu mahasiswa yang bergabung dari sejumlah universitas dan lembaga kemahasiswaan menutup Jl Toll Reformasi dan Urip Sumoharjo. (Tribun Timur/Abbas Sandji)


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Sikap Partai Golkar yang mendadak memilih menolak kenaikan harga BBM bersubsidi bisa membuat Presiden SBY "sakit kepala". Apalagi sikap Golkar itu diputuskan sehari sebelum penentuan kenaikan harga BBM dalam sidang paripurna DPR siang ini.

"Perubahan peta politik kekuatan Parlemen dalam pengambilan keputusan BBM ini tentu membuat Pemerintahan SBY 'sakit kepala'," kata Ketua DPP bidang Pemenangan Pemilu Partai Hanura Yuddy Chrisnandi ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (30/3/2012), pagi.

Yuddy  memberikan apresiasi terhadap sikap Golkar yang responsif terhadap aspirasi publik menolak kenaikan BBM.  "Hal ini akan mengubah peta kekuatan Parlemen yang lebih dan koalisi pemerintah. Langkah Golkar sangat strategis dalam membangun citranya yang berorientasi 2014," kata Yuddy. Dikatakan Golkar ingin dikesankan sebagai partai yang berjuang untuk rakyat, sebagaimana partai oposisi lainnya PDIP, Gerindra dan Hanura.

Sebelum Golkar menyatakan sikap penolakan kenaikan harga BBM tiga partai lainnya PDIP, Gerindra, dan Hanura sudah menolak kenaikan harga BBM.

Jika Golkar tidak konsisten hingga sidang paripurna DPR siang ini maka besar kemungkinan harga BBM batal naik.

Sebab suara anggota DPR dari fraksi pendukung pemerintah yang menginginkan harga BBM naik. Jadi berkurang setelah Golkar mendukung penolakan terhadap kenaikan harga BBM (Aco)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini