TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolsek Metro Senen Kompol Iman J Zebua, masih terbaring di Ruang Edelwis, Kamar 526, Rumah Sakit Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (31/3/2012).
Ditemani istri dan anaknya, Iman tampak senang saat Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto dan para wartawan menjenguknya. Ia hanya terbaring di tempat tidur menggunakan selimut dan kaus hitam.
Buah-buahan pemberian para penjenguk berjejer di pojok kamar pasien yang ditempatinya. Iman pun berusaha menjawab setiap pertanyaan wartawan, meskipun terlihat harus menahan rasa sakit di dadanya, akibat dikeroyok para demonstran di Jalan Salemba, Kamis (29/3/2012) sore.
Imam bercerita, saat kejadian dirinya sedang mengamankan para demonstran yang mulai bersikap anarkis, dengan melemparkan bom molotov ke arah pos polisi Salemba.
"Saat mahasiswa melempari pos polisi dengan bom molotov, saya berniat mau mematikan (api), tapi entah kenapa saya terjatuh, dan saya langsung diinjek-injek," ungkapnya dengan nada lirih.
Setelah itu, Iman tidak mengingat lagi apa yang terjadi, termasuk jumlah demonstran yang mengeroyok dirinya. Sebab, ia langsung tak saarkan diri setelah dihantam para demonstran yang brutal.
"Saya tidak tahu berapa jumlahnya saat itu," kata mantan Kanit Intel Polsek Taman Sari.
Luka dalam yang diderita Iman cukup parah. Akibat benturan benda tumpul di sekitar dadanya, ia mengalami pembengkakan di sekitar jantung dan lambung.
"Saat ini masih terasa sesak di dada, karena ada pembengkakan di dekat jantung," jelasnya. (*)
Baca tanpa iklan