News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rencana Kenaikan Harga BBM

Polisi Putar Otak Hindari Cairan Kimia Demonstran

Penulis: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Demonstran membongkar pagar pembatas tol dalam kota di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (30/3/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Demonstran terkadang membawa barang-barang berbahaya, sehingga polisi harus lebih waspada, agar tidak menjadi korban.

Adanya penggunaan cairan kimia yang bisa melepuhkan kulit yang dibawa demonstran ketika berunjuk rasa di DPR RI, Jumat (30/3/2012), menjadi sebuah fenomena baru yang perlu mendapatkan perhatian dari polisi.

Untuk itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab mengungkapkan, seiring berkembangnya teknologi, polisi pun harus melengkapi diri dengan alat-alat yang betul-betul bisa membuat aman anggotanya di lapangan.

“Setiap hari, taktik-taktik berkembang terus,” ujar Untung di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (31/3/2012).

Menyikapi adanya penyiraman cairan asam kepada polisi yang menyebabkan tiga anggota polisi dan satu wartawan terluka, Untung menyatakan pihaknya harus memikirkan secara lebih teknis lagi, supaya anggotanya yang bertugas dilapangan tidak menjadi korban demonstran.

“Kami pasti akan menjalani teknis-teknis yang diperbolehkan oleh hukum,” imbuhnya.

Untung mengingatkan masyarakat yang ingin menyalurkan aspirasinya, agar tidak melakukan tindakan-tidakan melawan hukum, seperti berdemo melebihi batas waktu yang ditentukan, membawa barang-barang berbahaya, serta merusak fasilitas negara.

“Boleh unjuk rasa silakan, tapi tidak dengan kebrutalan. Polisi mengamankan masyarakat maupun pengunjuk rasa,” tuturnya.

Kapolda pun menyatakan siap menghadapi demonstrasi-demonstrasi yang kemungkinan masih terus terjadi ke depan, selama harga BBM belum ada kepastian yang jelas. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini