News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pembatasan Subsidi BBM

BBM Dibatasi Karyawan SPBU Rawan Disogok

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang petugas menyeting harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax saat akan mengisi kendaraan bermotor di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (2/4/2012). Pasca kenaikan harga pertamax dari Rp 9.850 menjadi Rp 10.300 per liter dan pertamax plus dari Rp 10.050 menjadi Rp 10.400 per liter di SPBU ini, pemilik kendaraan bermotor yang biasa menggunakan bahan bakar jenis ini masih tetap normal. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VII (Komisi Energi) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Satya Widya Yudha menilai pembatasan menggunakan BBM bersubsidi dengan melarang mobil diatas 1.500 cc menggunakan BBM bersubsidi rawan disalahgunakan. 

Menurut dia, penggunaan stiker yang diusulkan pemerintah sangat mudah diduplikasikan. "Ini tidak efektif," kata Satya di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Kelemahan kedua menggunakan sistem itu adalah pengawasan di SPBU. "Misalnya mobil di bawah 1.500 cc dimodifikasi tangkinya lebih besar agar bisa menampung BBM lebih banyak. Ini bisa menimbulkan over kuota," kata dia.

Kelemahan ketiga, lanjut dia, bukan tidak mungkin ada penyogokan karyawan SPBU. "Agar mobil diatas 1.500 cc gunakan BBM subsidi,' kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini