News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesawat Sukhoi Jatuh

Tanpa Peralatan Standar tak Berani Angkat Jenazah

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas memasukkan jenazah korban Sukhoi Superjet 100 ke dalam ruang identifikasi di RS Soekanto, Polri, Minggu (13/5/2012).

Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Untuk mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Shukoi Super Jet 100 tentu harus membawa perlengkapan standar seperti sarung tangan, masker, dan kantung mayat. Kalau tidak jangan coba-coba untuk menyentuhnya karena akan berakibat fatal.

Mayat yang sudah tidak utuh lagi dan mulai mengalami pembusukan tentu saja bisa menjadi sumber penyakit.

Saat Tribun berbicara dengan seorang anggota TNI di Puncak Manik, Senin (14/5/2012) yang ikut mengevakusi ke Tebing Manik bercerita bahwa dirinya terpaksa membiarkan korban karena dirinya tidak membawa alat-alat pelindung diri untuk membawanya.

"Saya menemukan mayat, terpaksa saya biarkan karena tidak membawa perlengkapan standar," ucapnya.

Ia menceritakan bahwa dirinya hampir setiap hari setelah ditemukannya lokasi jatuhnya pesawat menyusuri tebing yang curam tersebut.

"Sulit memang menjangkaunya, karena kita harus memutar. Ditambah lagi harus mengangkat korban," ujarnya.

Di Tebing Manik sendiri ada beberapa titik tempat pecahan pesawat dan belum bisa dijangkau seluruhnya. "Kalau yang diatas itu, itu ekornya. Sementara badannya ada itu bergeser ke bawah," ungkapnya.

Baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini