News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesawat Sukhoi Jatuh

Keluarga Korban Diminta Data Sidik Jari Tambahan

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wajah sedih dan cemas terlihat dari keluarga korban jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang menunggu kabar di posko di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/5/2012). Pesawat Sukhoi Super Jet 100 jatuh di Tapak Batu, Kaki Gunung Salak, Jawa Barat, dalam penerbangan uji coba dengan jumlah penumpang 47 orang. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) mengharapkan keluarga korban memberikan data tambahan sidik jari. Hal itu dilakukan agar proses identifikasi sidik jari dapat berjalan dengan cepat.

Pemeriksa Madya Inafis, AKBP HA Taufik mengatakan dari 30 kantong mayat yang didapatkan RS Sukanto, Polri, pihaknya mengidentifikasi 34 sidik jari. Namun, untuk data pembandingnya hanya ada 20 sidik jari.

"Data ante mortem masih kurang karena data baru sebagian," kata Taufik di RS Sukanto Polri, Jakarta, Rabu (16/5/2012).

Taufik pun mengharapkan keluarga korban memberikan data asli sidik jari seperti dari ijazah atau SIM (Surat Izin Mengemudi). Ia juga meminta keluarga korban memiliki data 10 jari korban, karena selama ini baru sebagian terkumpul seperti sidik jari kelingking, manis atau tengah.

"Ada yang sebagian besar tidak utuh, ini membuat kesulitan untuk membandingkan sidik jari," kata Taufik.

Ia mengatakan bila keluarga memiliki data 10 sidik jari korban maka proses identifikasi menjadi lebih cepat.

"Insya Allah akan memakan waktu 1-2 hari dan pemeriksaan secara maraton. Mohon keluarga bersabar karena masih pengumpulan sidik jari untuk perbandingan," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini