News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ucapan Kontroversial Ical soal Soekarno

Inilah Pernyataan Ical soal Bung Karno

Editor: Dahlan Dahi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie atau Ical (kedua kiri), Ketua DPP Fuad Hasan Masyhur (pertama kiri), Sekjen Idrus Marham (ketiga kiri), dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Setya Novanto (pertama kanan), seusai pertemuan pengurus DPP di Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (8/7/2012) malam.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie atau Ical tentang Bung Karno dan perempuan cantik menuai kontroversi.

Karena yang bersoal pimpinan partai besar, dan yang disinggung pun memiliki hubungan emosional dengan partai besar, yakni PDIP, maka persoalannya masuk ke level partai besar.

Tak kurang dari Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo yang mempertanyakan soal itu langsung kepada Sekjen DPP Golkar Idrus Marham. Menurut Tjahyo, Idrus berjanji akan menanyakannya ke Ical dan segera memberi klarifikasi kepada PDIP.

Ical memicu kontroversi ketika berbicara pada acara MKGR di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (27/5/2012) lalu.

Ketika itu, Ical mengaku tergabung dalam kelompok ISTI (Ikatan Suami-Suami Takut Istri). 

"Saya ini ketua ISTI yaitu ikatan suami-suami takut istri. Kemauan sih ada, keberanian yang nggak punya," kata Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie.

Ical kemudian bercerita mengenai Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dengan pendirinya RH Sugandi. Sugandi merupakan tokoh jaman Orde Lama yang dekat dengan Presiden Soekarno.

Sugandi pernah menyarakan agar presiden pertama RI itu membuat organisasi melawan PKI. Namun, Soekarno memiliki syarat kepada Sugandi yakni membuat pagar ayu dan memenuhi stadion utama.

Ia meminta Sugandi untuk menempatkan wanita cantik di deretan paling depan. Menurut Sugandi, berdasarkan cerita Ical, Sukarno menyukai perempuan cantik.

"Pesan moral beliau (Sugandi) adalah kalau saya jadi presiden jangan seperti itu, jangan yang cantik-cantik terus. Jadi susah sekali untuk jadi seperti Bung Karno" katanya.

Mengenai Golkar, Ical mengatakan pihaknya terus menyosialisasikan partai berlambang beringin itu di cafe. Hal itu ditunjukkan agar Golkar tidak dicap partai yang menyeramkan.

"Tadi dikatakan iwak peyek nasi jagung, artinya sampai tuwek Golkar tetap disanjung," ujarnya.(*)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini