TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, menganggap pihak pro dan yang kontra terhadap konser Lady Gaga, telah menghadirkan argumen yang masuk akal.
Saat ditemui usai acara "Temu Rembug Sarasehan Nasional, Kepemimpinan Nasional Berkarakter Pancasila," di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, Selasa (29/05/2012), menurutnya sudah tepat kontroversi itu diserahkan ke Polri, yang memang bertanggung jawab atas keamanan wilayah.
"Ditengah sulitnya situasi, kita melihat keputusan tegas. Tiba-tiba Polisi mengambil keputusan tegas, kita harus hargai," Ujarnya.
Polda melalui juru bicaranya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan Polda Metro Jaya tidak bisa memberi jaminan keamanan, dengan mempertimbangkan kontroversi, serta perizinan yang kurang memadai dari pihak promotor.
Sejumlah organisasi masa, menolak kehadiran Lady Gaga karena alasan pemujaan setan, hingga cara berpakaian yang tidak sesuai budaya Indonesia.
"Tapi sayangnya Polisi dirusuhi oleh politisi-politisi, jadi sempat mundur lagi," ujarnya.
Padahal, untuk urusan keamanan wilayah Jimly menganggap hal itu adalah tanggung jawab Polisi, bukan politisi. Konser Lady Gaga pun akhirnya dibatalkan setelah segala permasalahan terjadi.
- Lady Gaga: Cinta Saya Untuk Indonesia Terus Tumbuh
- Pekan Ini Polda Panggil Promotor Konser Lady Gaga
- Polisi Diam-diam Sudah Siapkan 5.670 Personel
- Rabu Lusa, Big Dady Sosialisasikan Refund Tiket
- Titi Sjuman Sedih Lady Gaga Batal Konser di Jakarta
- Polisi Imbau Manajemen Jelaskan Pengembalian Tiket…
Baca tanpa iklan