News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Hambalang

Pemerintah tak Bisa Berlindung di Balik Program Tahun Jamak

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kawasan proyek Pusat Pendidikan, Pengembangan, dan Sekolah Olah Raga Nasional, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di potret pada Rabu (30/5/2012). Proyek tersebut dihentikan sementara waktu untuk dievaluasi oleh kemenpora, terkait longsor yang terjadi di wilayah tersebut. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung, menegaskan legislatif mempunyai hak menyetujui anggaran negara atau budgeting. Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Keuangan (Keuangan) tidak bisa berlindung atas nama program tahun jamak (mulityears) tidak membahas anggaran proyek Pusat Olahraga Hambalang di Komisi X DPR.

"Ini perlu diluruskan. Teman-teman di Komisi X ingin segera memanggil Menkeu karena memang yang namanya hak budget itu hak konstitusi tertinggi yang ada dimiliki oleh DPR dan itu ada di UUD. Dengan demikian, tidak bisa berlindung katakan lah bahwa multiyears tidak perlu dibahas," tegas Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Sebelumnya, Komisi X mengungkapkan tidak pernah ada pembahasan perubahan jenis program dan anggaran proyek Hambalang. Menkeu Agus Martowadjojo mengatakan proyek Hambalang menggunakan program tahun jamak senilai Rp 1,2 triliun sehingga tidak perlu dibahas di DPR.

Dalam melaksanakan fungsi dan hak DPR, Pramono mendukung jika Komisi X memanggil Menkeu untuk meminta penjelasan atas tidak adanya pembahasan perubahan anggaran proyek Hambalang dari Rp 125 miliar menjadi Rp 1,2 triliun.

"Jadi, apa pun yang menyangkut hak budget, termasuk penggunaan, pengawasan, dan sebagainya itu dilakukan bersama-sama dengan pemerintah dan DPR. Hanya memang pelaksaannya ada di pemerintah. Tetapi, terhadap policy kebijakan itu menjadi tanggung jawab bersama," tandasnya.

Menurut Pramono, adalah wajar jika Komisi X memanggil Menkeu karena dari mulai penganggaran hingga pelaksanaan proyek Hambalang ada sejumlah kejanggalan. "Ini menimbulkan banyak pertanyaan. Untuk itu teman-teman Komisi X akan memanggil Menkeu dan pihak-pihak yang terkait proyek Hambalang," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

(Abdul Qodir)

baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini