News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Parade Puisi Perjuangan Mengenang 111 Tahun Bung Karno

Penulis: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Siswa sekolah mengamati lukisan bergambar Presiden RI pertama Soekarno berukuran besar di pameran tunggal bertema 111 Soekarno dalam Hitam Putih di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat (1/6/2012). Pameran karya pelukis Suherman itu dilaksanakan dalam rangka Memperingati Hari Lahirnya Bung Karno dan juga Hari Lahirnya Pancasila. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memperingati 111 tahun Bapak Proklamator RI, Soekarno, sejumlah tokoh seperti mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi, mantan Wapres Jusuf Kalla, politisi yang juga cucu Bung Karno Puti Guntur Sukarno dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dijadwalkan ikut membaca puisi perjuangan dalam acara Parade Puisi Bung Karno, Rabu (6/6/2012) bertempat di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Penggagas acara ini  adalah Forum Komunikasi Generasi Muda Indonesia Timur (FK-GMIT) dan Front Integritas Bangsa (FIB). Acara ini dibuat untuk mengenang 111 tahun lahirnya putra sang fajar, penyambung lidah rakyat, Bung Karno.  

"Kita ingin menempatkan Bung Karno sebagai milik bangsa bukan milik kelompok atau golongan tertentu," kata Koordinator Parade Puisi Bung Karno Arifin Baso yang didampingi sekretarisnya Riano Oscha kepada wartawan di Jakarta, Minggu (3/6/2012).

Melalui kegiatan ini kata Arifin Baso, pihaknya ingin mengembalikan ketokohan Soekarno menjadi milik Indonesia sekaligus pewaris karakter peradaban dunia.

"Ketokohan Soekarno menjadi kerdil kalau hanya diklaim milik kelompok tertentu saja,"kata dia.

Riano menengarai selama ini ada kecenderungan di masyarakat kalau Soekarno milik kelompok tertentu. Mereka lupa, sikap seperti itu justru mengkerdilkan sosok Soekarno. "Soekarno adalah bapak bangsa dan bapak proklamator,"ujarnya.
 
Karena itu juga penyelenggara sengaja mengundang sejumlah tokoh dengan berbagai latar belakang berpartisipasi membaca puisi dan menyalakan obor sebanyak 111 buah sebagai pertanda usia Bung Karno 111 tahun.  Ada tokoh agama, cendikiawan, intelektual, sejarawan, budayawan, pengusaha, aktivis, profesional termasuk purnawirawan TNI dan Polri.

"Acara ini juga sekaligus kita rancang sebagai ajang rekonsiliasi elit nasional, menjalin komunikasi yang sehat dan silaturahim yang bermakna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Arifin Baso.

Klik Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini