News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Posisi Wakil Menteri

Komando Kemenkes Kosong, SBY Harus Segera Lantik Menkes

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil uji ulang susu formula di kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Jumat (8/7/2011). Dari hasil uji 47 merek susu formula yang terdaftar di BPOM, tidak ditemukan merek susu yang tercemar mikroba entero bakter sakazakii.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi dalam putusannya menyatakan bahwa penjelasan pasal 10 Undang-undang Kementerian Negara bertentangan dengan UUD 1945. Posisi Wakil Menteri pun menjadi tidak sah karena Presiden harus segera memperbaiki Keppres pengangkatannya. Terkait hal tersebut, terjadi kekosongan komando tertinggi di Kementerian Kesehatan, dimana posisi Wakil Menteri, Ali Gufron menjadi tidak sah, sementara posisi Menteri kosong.

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf meminta dengan segera Presiden SBY melantik Menteri Kesehatan yang baru.

"Secepatnya ada menteri kesehatan. Saat ini saya melihat seperti ibu sekjen Kemenkes kompeten dan bisa menjalankan komando di Kemenkes. Tetapi sebaik-baiknya sebuah instansi pemerintah seperti Kementerian Kesehatan, harus ada puncak komando tertinggi, yaitu menteri kesehatan," kata Nova kepada Tribunnews.com, Selasa(5/6/2012).

Nova mengatakan apabila terjadi kekosongan di Kementerian Kesehatan, otomatis kinerja bakal terganggu, terlebih lagi kalau ada program-program baru yang dicetuskan.

"Kalau masalah menjalankan program, itu bisa tetap jalan, yang sulit memang kalau bahas agenda-agenda baru," ujar Nova.

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, dalam Tata Tertib DPR, pihaknya memang apabila ada agenda rapat kerja harus selalu dengan kehadiran Menteri Kesehatan.

"Kalau RDP dengan eselon 1 ke bawah," pungkasnya.

Berita Terkait: Posisi Wakil Menteri
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini