Laporan Kontributor Tribunnews.com, Chanry Andrew Suripatty
TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Elieser Renmaur menegaskan bahwa saat ini yang terpenting adalah penyelenggaraan pemerintahan berjalan. Pernyataan tersebut menyikapi situasi keamanan Kota Jayapura yang terus memanas akibat penembakan kepada warga lokal maupun asing.
Elieser Renmaur mengatakan, untuk mengatasi gangguan keamanan sudah ada instansi yang menangani yakni TNI-Polri.
Saat disinggung mengenai forum komunikasi antara Gubernur dan Polda terkait keamanan di Papua , Renmaur mengatakan pihaknya memang sudah merencanakan untuk melakukan pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Papua.
“Namun harus menunggu bapak gubernur, karena saya punya kewenangan terbatas. Jadi kita tunggu Gubernur. Supaya gubernur datang baru kita lapor supaya gubernur mengundang Forkompimda untuk bicara,”katanya kepada wartawan kemarin siang Rabu (6/6/2012) diruang kerjanya.
Penembakan yang terjadi beberapa waktu ini, letaknya berada di dekat kota dan bahkan dekat Markas Polda Papua. “Jangankan PNS, anak sekolah juga menjadi korban. Sehingga mereka merasa terancam. Jadi ini jadi bencana untuk semua orang di Jayapura, sehingga perlu ada kewaspadaan dari subjek orang,” tegasnya.
Atas dasar itulah Renmaur menghimbau kepada warga Jayapura, apabila keadaan tidak memungkinkan maka jangan keluar rumah.
Sejumlah insiden - insiden yang terjadi, diakuinya akan tentu berpengaruh pada kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) akhir bulan Juni nanti. “Kalau kegiatan mereka terus begini, sudah jelas presiden batal datang karena tidak aman. Kecuali penembakan itu terjadi di pedalaman / kabupaten tidak jadi masalah namun ini terjadi di dalam kota yang nanti presiden lewat disitu,”kata Renmaur.
Untuk ia berharap kepolisian bekerja professional sehingga bisa menggungkap pelaku. “Mungkin saya bilang pemerintahan tetap jalan. Namun kalau situasi ini terus - menerus terjadi pasti kantor – kantor juga akan tutup,”tegasnya.
Baca tanpa iklan