News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

KAMMI Tangsel Sesalkan Kampanye Kondom Menkes Baru

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dalam memperingati Hari AIDS Sedunia, puluhan Mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Pimpinan Pusat KAMMI yang dipimpin Ketua Umum KAMMI Muhamad Ilyas, LSM dan Pemuda Pancasila, lakukan aksi damai, Kamis (1/12/2011) di bunderan Hotel Indonesia, Jakarta.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KAMMI Daerah Tangerang Selatan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Tsurayya Zahra meminta Menkes baru Nafsiah Mboi untuk meninjau ulang niatnya yang akan mempermudah remaja mendapatkan kondom.

Zahra pun mengajak masyarakat Indonesia menolak kampanye Menkes tersebut.

“Kami melihat banyak dampak negatifnya. Ide nyeleneh ini (kondom untuk remaja) lebih banyak membawa dampak buruk kepada masyarakat luas, terutama anak muda,” kata Zahra dalam keterangan pers, Rabu (20/6/2012).

Kampanye kondom, tambah Zahra, sama saja melegalkan seks bebas dan membuat remaja akan berfikir bahwa dengan kondom mereka akan aman dalam melakukan seks dengan siapapun.
Akibatnya, hal ini justru memberi peluang yang besar terhadap penularan berbagai macam penyakit dan virus seperti HIV dan penyakit kelamin lainnya.

“Hanya berhubungan dengan pasangan yang sah, adalah solusi konkret untuk masalah ini,” ujarnya.

KAMMI Daerah Tangsel menolak ide Menkes Nafsiah Mboi untuk mempermudah remaja mendapat kondom karena kampanye tersebut cenderung menyesatkan masyarakat Indonesia, terutama kaum remaja dan anak-anak.

Zahra mengatakan, kampanye seolah-olah dengan memakai kondom bisa melakukan seks yang tak berisiko, padahal untuk menghindari seks yang berisiko dan penularan penyakit kelamin hanya bisa di cegah dengan lembaga pernikahan dan melakukan hubungan seks dengan pasangan yang sah.

Selain itu, kampanye pengunaan kondom kepada usia muda yang belum terikat pernikahan akan mengakibatkan penyalahgunaan kondom oleh orang-orang yang belum memiliki hubungan sah dan ini bisa menjadikan masuknya gaya seks bebas yang bertentangan dengan norma dan agama yang dianut oleh warga Indonesia.

Kampanye ini dinilai KAMMI mengindikasikan bahwa Menkes tidak mengerti akar permasalahan terjadinya penularan penyakit kelamin, hamil di luar nikah, dan terjadinya penyimpangan perilaku masyarakat Indonesia.

“Menkes harus segera melakukan klarifikasi, sebelum kami turun ke jalan (demo),” pungkas Zahra.

KLIK JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini