News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Hambalang

Siapa Saja Kecipratan Dana Proyek Hambalang?

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad (kiri), memberikan keterangan pers soal penetapan tersangka baru dalam kasus korupsi wisma atlit Palembang, di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (3/2/2012). KPK akhirnya menetapkan Angelina Sondakh dan I Wayan Koster sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski belum tau jumlah rinci kerugian negara yang diakibatkan dalam penyelewengan anggaran pada pembangunan Sekolah Olahraga Negara (SON) Hambalang, Ketua KPK Abraham Samad memastikan itu mencapai miliaran rupiah.

"Jumlah kerugian negara belum selesai dihitung. Tapi dipastikan kerugian negara miliaran rupiah," kata Ketua KPK Abraham Samad saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (21/7/2012).

Lebih lanjut, Abraham mengatakan pihaknya sedang menelusuri kemana saja aliran dana tersebut bermuara. Karena itu, ia meminta agar semua pihak bersabar dan terus mendukung KPK dalam menuntaskan kasus tersebut.

"Siapa yang menerimanya masih didalami," tegas Abraham.

Seperti diketahui, KPK mulai menyelidiki kasus Hambalang sejak Agustus 2011. Setidaknya ada dua peristiwa yang terindikasi korupsi dalam proyek Hambalang yang ditaksir KPK mencapai Rp2,5 triliun.

Pertama, pada proses penerbitan sertifikat tanah Hambalang di Jawa Barat. Kedua, pengadaan proyek Hambalang yang dilakukan secara multi years. Pengadaan proyek Hambalang ditangani Kerjasama Operasi (KSO) PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya.

Pada kasus ini, KPK telah menetapkan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Krmenpora, Deddy Kusnidar sebagai tersangka pada Kamis (19/7). Deddy selaku Pejabat Pembuat Komitmen proyek tersebut, diduga tahu soal pengadaan dan penganggaran proyek ini. KPK pun. sudah menggeledah ruangan Deddy di lantai 6 Kemenpora, Senayan.

Guna pengembangan dan mencari bukti-bukti kterlibatan oknum lain, KPK juga sudah menggeledah PT Adhi Karya, PT. Wijaya Karya, Kantor PU, dan beberapa kantor Konsultan Proyek yang disewa Kemenpora. (Edwin Firdaus)

baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini