News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Simulator SIM

Johan Budi: Tidak Ada Tekanan Pertemuan KPK dan Kapolri

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri, menghalangi dua buah mobil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan keluar dari Gedung Korlantas, usai menggeledah Kantor Korlantas Mabes Polri, di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (31/7/2012). KPK menyidik dugaan kasus suap dalam proyek pengadaan simulator motor dan mobil senilai Rp 196,87 milyar. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Laporan Riana Dewi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertemuan KPK dan Kapolri dinilai berlangsung tanpa intimidasi dan tekanan. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membicarakan proses penyidikan lebih lanjut mengenai kasus dugaan korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM).

Hal ini disampaikan oleh juru bicara KPK, Johan Budi, Selasa (31/7/2012) sore.

“Kalau di lihat dari pertemuan tadi antara pimpinan dengan kabareskrim, saya lihat biasa-biasa saja,” ujar Johan Budi di Kantor KPK.

Johan menambahkan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan keputusan barang bukti harus disimpan di Korlantas. Barang bukti tersebut akan dijaga oleh pihak Mabes Polri.

Tim KPK, lanjut Johan, juga masih di Korlantas untuk menjaga barang bukti tersebut.

“Tim KPK masih ada sekitar 4-5 orang disana. Yang menunggu dan masih belum kembali,” jelas Johan.

Meskipun begitu, pihak KPK mengharapkan bisa membawa barang bukti yang berhasil ditemukan dan melanjutkan proses penyidikan. Saat ini, KPK telah menetapkan DS (Irjen Djoko Susilo) sebagai tersangka kasus korupsi simulator SIM ini.

Ayo Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini