News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Simulator SIM

Ridwan Saidi: Bulan Puasa Kagak Boleh Ngotot-ngototan

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Budayawan Betawi Ridwan Saidi

Laporan Pradita Seti Rahayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri tidak boleh saling 'ngotot' dalam menanggapi kasus dugaan korupsi alat ujian SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
"Musti lebih dingin hadapi satu perkara," kata mantan anggota DPR RI ini, di kompleks DPR, Senayan, Selasa (7/8/2012).

Ia juga menyatakan, posisi KPK di masyarakat sedang baik. Sehingga, apapun yang menimpa lembaga antirasuah tersebut tidak akan berpengaruh.

"Posisi KPK dalam masyarakat lagi oke punya. Jadi, polisi marah-marah, nuduh KPK langgar MoU, enggak ngefek (memberikan efek)," ujarnya.

Menurutnya, Polri dan KPK tak perlu memaksakan diri. Ia berpendapat, dua lembaga hukum tersebut harus membicarakannya secara baik-baik.

Selain itu, ia juga berharap Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, turun tangan untuk menyelesaikan konflik kewenenangan ini.

Berita Terkait: Mafia Anggaran

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini