News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pidato SBY 16 Agustus

Tunjangan Profesi Guru Dialokasikan Rp 43,1 Triliun

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, bersiap untuk menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT Ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI, di depan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Gedung DPR/MPR-RI, Jakarta, Kamis (16/8/2012). Sementara pada malam harinya Presiden juga akan menyampaikan Pidato Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2013 dan Nota Keuangan.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dana Penyesuaian pada RAPBN 2013 mendatang direncanakan mencapai Rp 70,4 triliun, atau mengalami peningkatan lebih dari 20 persen dibanding pagu APBN-P 2012.

Dari Dana Penyesuaian sebesar itu, alokasi dana BOS direncanakan Rp 23,4 triliun. Dana BOS tersebut ditujukan untuk menstimulasi daerah dalam memenuhi penyediaan anggaran pendidikan di daerah, dan bukan sebagai pengganti dari kewajiban daerah untuk menyediakan anggaran pendidikan BOS Daerah.

"Di samping Dana BOS, pemerintah juga merencanakan alokasi Dana Tunjangan Profesi Guru PNS Daerah sebesar Rp 43,1 triliun," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato RAPBN di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

Menurut Presiden, jumlah tersebut naik Rp 12,5 triliun atau lebih dari 40,9 persen dari pagu APBN-P Tahun 2012.

"Saya masih mendengar ada permasalahan yang menyertai penyaluran berbagai tunjangan guru di daerah. Saya tidak ingin penyaluran dana tunjangan bagi guru yang berhak menerimanya, menjadi terlambat," kata SBY.

Karena itu, SBY mengungkapkan bahwa pihaknya akan berupaya agar pada tahun mendatang hambatan tunjangan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut tidak ada lagi. "Proses yang menghambat penyaluran berbagai tunjangan guru harus ditiadakan," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini