TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan, persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XVIII di Riau September nanti, hingga kini berjalan baik.
Meski persiapan berjalan lancar, Andi mengakui masih ada beberapa venue yang belum rampung pengerjaannya.
"Tapi yang penting fungsinya bisa berjalan. Kalau yang lain saya rasa sudah oke, hanya memang ada beberapa venue terutama menembak dan softball (belum selesai pengerjaannya)," ujarnya saat dijumpai ketika hendak bersilaturahmi ke kediaman kolega-koleganya di Kompleks Kediaman Menteri di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (19/8/2012).
Ketika ditanya soal pengaruh keberadaan kasus suap terkait revisi Perda No 6 Tahun 2010 tentang venue menembak yang tengah ditangani KPK, terhadap proses penyelesaian area PON, Andi mengakui hal tersebut sedikit banyak memberikan pengaruh ke dalam proses pembangunan venue-venue yang akan digunakan untuk pelaksanaan PON.
"Mungkin secara psikologis iya, tapi harapan saya itu bisa diatasi, seperti saat terjadi kasus Wisma Atlet di Sea Games," imbuh Andi.
Selebihnya, Andi menuturkan, proses hukum yang tengah berjalan di KPK takkan mempengaruhi jalannya PON XVIII. Karena, proses penyelenggaraan bisa terus berjalan seiring dengan proses hukum.
"Urusan hukum jalan terus, penyelenggaraan harus jalan juga dengan baik," papar Andi.
Andi menjelaskan, proses pencarian dana dari APBD memang agak lama, karena harus menunggu persetujuan DPRD.
"Tapi, Pak Mendagri sudah memberikan asistensi supaya bisa. Saat ini sudah diketuk, agar bisa segera," ungkapnya. (*)
BACA JUGA
Baca tanpa iklan