News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gara-gara Denny, Yusril Berani Sebut SBY Koruptor?

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wamenkumham, Denny Indrayana, berdiskusi dalam acara Polemik Kontroversi Remisi Koruptor, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (10/3/2012). Dalam acara tersebut juga hadir Dosen Hukum Pidana Universitas Indonesia Ganjar L Bondan, Direktur Advokasi Pusat UGM Oce Madril, dan anggota Komisi III DPR RI Deding Ishak. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kicauan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, di jejaring sosial Twitter soal #AdvokatKorup beberapa waktu lalu memunculkan reaksi dari para advokat. Tidak sedikit diantaranya yang marah kepada Denny.

Mantan Menteri Sekretaris Negara yang kini berprofesi advokat, Yusril Ihza Mahendra, tampaknya ikut geram dengan pernyataan Denny itu.

Yusril membalas kicauan Denny dengan menulis komentarnya di Twitter @Yusrilihza_Mhd.

Sabtu (25/8/2012), sekitar pukul 19.00 WIB, Yusril menulis,"Advokat bela koruptor, advokat koruptor. Hakim bebasin koruptor, hakim koruptor. Presiden kasi grasi pd koruptor, Presiden Koruptor, mantap!"

Yusril kemudian melanjutkan tulisannya. "Masih ada; Menteri dan Wamen kasi remisi sama koruptor, Menteri dan Wamen Koruptor! hehe."

Dan kemudian disusul dengan kicauan Yusril yang menyinggung SBY.
"SBY kan ngasi grasi sama Syaukani. Jadi beliau berhak dong dijuluki Presiden Koruptor, hehehe".

Diberitakan sebelumnya Denny dalam akun twitternya pada 18 Agustus lalu bikin heboh soal #AdvokatKorup.

Dia diantaranya menulis.
"Saya pernah advokat, menolak klien kasus korupsi. Sudah sewajibnya #Advokat Koruptor adalah Koruptor. Penerifma bayaran dari hasil Korupsi#"

Lalu : "Banyak kok advokat hebat yg menolak kasus korupsi. #Advokat Koruptor adalah Koruptor. Penerima bayaran dari hasil Korupsi#"

Kicauan Denny ini mengundang reaksi para advokat. Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin menyebut itu pernyataan pribadi.

NASIONAL POPULER

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini