News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kerusuhan Sampang

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Relokasi Korban Sampang

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gabungan dari belasan LSM yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Kasus Sampang sedang wawancara jarak jauh dengan para korban tragedi penyerangan warga Syiah di Sampang saat konfrensi pers di LBH Jakarta, JAlan DI Ponogoro, Menteng, Jakarta Pusat,Senin (27/8/2012).Aliansi Solidaritas Kasus Sampang ini mendesak agar Pemerintah segera menyelesaikan kasus tersebut dan menjamin perlindungan terhadap muslim Syiah di Indonesia. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mengingatkan agar tidak buru-buru memutuskan untuk merelokasi korban Syiah pascakerusuhan di Sampang, Madura, Jawa Timur.

"Pemerintah berprinsip jangan ada relokasi, karena itu bukti bahwa pemerintah tidak boleh ada orang terzalimi," ujar Gawaman di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2012).

Menurutnya, setiap warga negara tidak boleh diusir dari daerahnya masing-masing.

"Kecuali mereka meminta saya tidak mau di sini lagi. Pemerintah prinsipnya harus tetap di lokasi dan tidak boleh orang terusir dari situ," jelasnya.

Dijelaskan Gamawan, pihaknya masih menelusuri jika ada konspirasi yang menyulut pertikaian yang melibatkan penganut Islam Syah dan Sunni.

Dua hari pascakejadian, lanjutnya, sebanyak delapan orang diamankan dan satu di antaranya telah dijadikan terdakwa.

"Kepolisisan akan mengembangkan itu, sipapun yang akan terlibat rentetan peristiwa ini, itu akan diproses secara hukum. Tidak ada pandang bulu," tegasnya.

Yang tak kalah pentingnya, menurut Gamawan, anak-anak di sana tetap bisa bersekolah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini