News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Demi Atasi Bencana Gunung Berapi, Surono Rela 'Mencuri'

Penulis: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dari kiri ke kanan: Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Dr. Surono, Direktur Program Bantuan Pencegahan Bencana Gunung Berapi, John Pallister, PhD, Penasihat Regional Senior Kantor Bantuan dan Pencegahan Bencana Alam Luar Negeri USAID, Harlan Hale, dan Duta Besar AS Scot Marciel, dalam kegiatan bertajuk Amerika Serikat dan Indonesia Bermitra dalam Program Pencegahan Bencana Gunung Berapi, di @america. Pacific Place Mall, 3rd Fl. SCBD, Jakarta, Rabu (5/9/2012).

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Dr Surono, berseloroh dengan mengatakan demi pengembangan pemantauan gunung berapi dan mengatasi bencana geologi di Indonesia, ia rela mencuri.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan yang digelar Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS), bertajuk 'Amerika Serikat dan Indonesia Bermitra dalam
Program Pencegahan Bencana Gunung Berapi' yang berlangsung di @america. Pacific Place Mall, 3rd Fl, SCBD, Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Surono menjelaskan, pihak pemerintah AS memberikan penawaran teknologi untuk mengatasi bencana alam di Indonesia namun hal itu ditolaknya. "Saya katakan, saya mau mencuri teknologi. Saya katakan kepada John ( Direktur Program Bantuan Pencegahan Bencana Gunung Berapi, John Pallister PhD, red), saya mau mencuri teknologi dari Anda. Saya ingin Anda melatih tenaga ahli yang bertugas," kata Surono.

Kata-katanya memberikan alasan yang jelas. Menurut Surono, jika terus menerus diberi bantuan, Indonesia tidak akan pernah mandiri untuk bisa mengatasi bencana alam yang terjadi di masa mendatang.

"Kalau alatnya tak ada maka itu dibeli. Pada tahun 2014 semua teknologi pemantauan sudah maju," ujarnya.

Sementara, Direktur Program Bantuan Pencegahan Bencana Gunung Berapi John Pallister PhD, mengatakan Indonesia dan AS sudah bekerja selama bertahun-tahun. "Perjanjian baru sudah ditandatangani dan akan berlangsung hingga tahun 2014 nanti," jelasnya.

Sejak tahun 2010, program Volcano Disaster Assistance USAID Indonesia sudah melakukan beberapa kegiatan antara lain memasang alat pemantau data terkini dengan Sistem Penentuan Posisi Global (GPS) untuk memantau Gunung Agung di Bali, meningkatkan pemantauan gelombang seismik di Gunung Raung dan Kawah Ijen di Jawa Timur, dan meningkatkan pemantauan gas vulkanik di Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah.

NASIONAL POPULER

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini