News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penembakan Solo

Kompolnas: Teror Solo Kental Aroma Politik

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kondisi Jalan Veteran, Solo, pascabaku tembak antara Densus 88 dengan beberapa pelaku teroris tampak ramai, Sabtu (1/9/2012). Masyarakat Solo yang penasaran dengan lokasi baku tembak mendatangi TKP sehingga membuat jalan tersebut macet. Warta Jateng/Damianus Bram

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mencium aroma politik yang sangat kuat dalam peristiwa teror di sejumlah tempat di Solo, Jawa Tengah.

Kompolnas menduga ada pihak-pihak dari kelompok tertentu yang menginginkan situasi keamanan di Solo tidak kondusif. Untuk itu, supaya keamanan di Solo tetap terjaga, Kompolnas merekomendasikan agar Polri dan TNI serta masyarakat saling bahu membahu menjaga keamanan di Solo.

Anggota Kompolnas, Edi Saputra Hasibuan mengungkapkan bahwa dirinya sudah melakukan kunjungan dengan DR Hamidah Abdurahman ke lokasi penembakan anggota polri dan mengunjung korban penembakan Bripka Hendro di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo.

Ia menduga teror tersebut memiliki nuansa politik yang kental dengan adanya Pilkada di tempat lainnya. Tujuannya seolah-olah kota Solo tidak aman.

"Kami minta Polri dibantu TNI tingkatkan kewaspadaan dan fungsi intelijen agar keamanan masyarakat dapat kita jaga," kata Edi.

Kompolnas juga meminta partisipasi masyarakat setempat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu yang dilemparkan pihak lain yang bertujuan agar keamanan di kota ini tidak kondusif.

Berdasarkan pemantauan Kompolnas di lokasi, pihaknya merekomendasikan agar sistem pengamanan di sejumlah pos polisi diubah. Jika dahulu anggota yang jaga tidak dilengkapi senjata api maka ke depan harus dilengkapi senjata api dan jumlahnya ditambah dari brimob.

"Kini sebagian besar pos polisi di kota ini sudah menerapkannya" katanya.

Kompolnas yang sempat membesuk Bripka Hendro yang menjadi korban aksi teror, meminta Kapolda Jawa Tengah memperhatikan semua kebutuhan yang diperlukan. "Semua biaya pengobatan anggota polri ini harus ditanggung polri," ucap Edi.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini