News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ledakan di Depok

Jangan Kembangkan Perspektif Terorisme sebagai Proyek

Penulis: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Densus 88 mengamankan barang yang diduga bom dari Jalan Teratai 7 RT 02/04 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (5/9/2012). Densus 88 menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat perakitan bom teroris. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan penanganan terorisme mencakup tiga lini dengan fungsi yang berbeda.

Antara lain, lini deteksi ini dengan leading sektor-nya BIN, deradikalisasi dengan leading sektor-nya BNPT dan penindakan dengan leading sektor-nya Polri.

"Kalau soal informasi terkait aktor, jaringan, pola sampai ideologi, ketiga lembaga ini tidak kurang, bahkan melimpah. Persoalannya, penanganan terorisme selama ini heavy-nya ke penindakan. Polri dengan Densus 88-nya merasa gagah dan heroik dengan operasi penindakan. Anggaran pun naik terus," ujar Mahfudz, Senin (10/9/2012).

Polri dalam hal ini Densus 88 tentulah paham, pendekatan represif terhadap terorisme juga menjadi pupuk bagi terorisme itu sendiri. Yang harus dipertanyakan adalah, bagaimana fungsi kerja penggalangan" dan "deradikalisasi. Termasuk, bagaimana koordinasi serta integrasi antar ketiga lini-fungsi tersebut.

"Lebih kacau lagi kalau ketiganya mengembangkan perspektif terorisme sebagai proyek," Mahfudz mengingatkan.

Berita Terkait: Ledakan di Depok

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini