News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ledakan di Depok

Kontra Terorisme Tak Berhubungan dengan Aksi Solo-Depok

Penulis: Srihandriatmo Malau
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Polisi menurunkan spanduk Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok, Jawa Barat, yang menjadi lokasi ledakan pada Sabtu malam, Minggu (9/9/2012). Polisi menduga yayasan hanya dijadikan kedok oleh terduga teroris untuk merakit bom. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menkopolhukam, Djoko Suyanto menegaskan program deradikalisasi guna mencegah perbuatan radikal terorisme bertujuan membuat masyarakat tidak melakukan aksi-aksi radikal.

Itu artinya, ujar Djoko, tidak ada hubungannya dengan kejadian atau aksi-aksi terorisme yang terjadi di Solo maupun di Depok.

"Sekali lagi tidak ada hubungan dengan kejadian akhir-akhir inim baik di Depok, Solo, dan sebagainya," kata Djoko dalam konferensi pers di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (10/9/2012).

Djoko menjelaskan program kontra radikal terorisme telah disusun melalui koordinasi-koordinasi antar kementerian atau lembaga beberapa bulan terakhir. Bahkan sejak terbentuknya BNPT.

Menurutnya, penindakan sudah ada jalan, bekerja sama dengan Polri, Densus, dan sebagainya.

Namun, ujarnya, Deputi pencegahan BNPT dan program deradikalisasi inilah yang harus mengemua di dalam kegiatan-kegiatan ke depannya. Bukan hanya dikerjakan oleh BNPT.

Ditegaskan dia, program ini juga harus melibatkan dan menjadi koncern K/L yang lain. Pun begitu semua warga negara, baik LSM, Universitas, dan para pemuka agama.

"Dalam penyusunan program deradikalisasi melibatkan beberapa utusan eselon I K/L, maupun sektor civil society," jelasnya.

Berita Terkait: Ledakan di Depok

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini