News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hartati Murdaya Tersangka

Hartati akan Ajukan Penangguhan Penahanan

Penulis: Edwin Firdaus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya, menangis di dalam mobil tahanan, usai diperiksa penyidik KPK di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Patra M Zen, pengacara Hartati Murdaya, segera mengajukan penangguhan penahanan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kliennya.

Itu dilakukan lantaran melihat kondisi Hartati yang masih tak sehat. Terlebih, Patra M Zen menilai, penahanan di KPK hanya menjalankan tradisi.

"Dalam hukum acara, penahanan itu tidak wajib. Penahanan bisa dilakukan kalau ada kekhawatiran tersangka melarikan diri. Ibu (Hartati) sudah dicegah, mau lari ke mana. Kedua, menghilangkan alat bukti. Ketiga, mengulangi perbuatan. Itu enggak mungkin. Oleh karena itu tidak wajib (ditahan). KPK hanya menjalankan tradisi," kata Patra di KPK, Jakarta, Rabu (12/9/2012).

Patra juga meminta agar berkas perkara kliennya segera dilimpahkan ke pengadilan. Karena, Hartati dinilai hanya korban pemerasan.

"Jangan tahan karena cuma punya wewenang. Ibu merasa korban pemerasan," imbuh Patra.

Sebelumnya, pasca diperiksa selama kurang lebih delapan jam, Siti Hartati Murdaya akhirnya ditahan oleh KPK. Selama 20 hari ke depan, KPK akan menahan Hartati.

Hartati disangka melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 13 UU 31/1999, sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hartati meninggalkan Gedung KPK sekitar pukul 18.30 WIB. Dengan kawalan ketat dari aparat, Hartati memasuki mobil tahanan untuk kemudian digelandang menuju Rumah Tahanan KPK. (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini