News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Simulator SIM

Empat Saksi Polri Mangkir dari Panggilan KPK

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Angota Polisi, AKBP Wisnu Buddhaya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Senin (10/9/2012). Ia bersama tiga perwira polisi lainya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM di Korps Lalu Lintas Mabes Polri dengan tersangka Djoko Susilo. (KOMPAS/LUCKY PRANSISKA) *** Local Caption *** KPK Geledah Korlantas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat orang saksi kasus dugaan korupsi pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri, mangkir dari pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Jumat (14/9/2012).

Pasalnya, hingga saat ini KPK belum mendapat konfirmasi tiga orang perwira dan satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri tersebut.

"Sampai saat ini, keempatnya belum juga memenuhi panggilan tim penyidik KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi ketika menggelar jumpa pers di kantor KPK, Jakarta.

Sementara itu, Johan menegaskan jika tim penyidik segera melakukan pemanggilan ulang terhadap keempatnya.

"Kita akan kirimkan surat pemanggilan ulang pada Jumat pekan depan," kata Johan.

Seperti yang diketahui, KPK hari ini memanggil empat saksi dari Polri terkait kasus korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri. Dalam jadwal yang dirilis KPK, empat saksi itu dijadwalkan diperiksa pada pukul 08.30 WIB. Namun, sampai pukul 17.40 WIB, keempatnya tidak kunjung hadir.

Mereka adalah Paur Kepala Bidang Registrasi Identifikasi Lantas Polri AKP Edith Yuswo, Analis Kebijakan Madya bidang Registrasi Identifikasi Korlantas Polri Kompol Setya Budi, dan Kombes Budi Setiyadi dan Suyatim PNS Polri.

Dalam kasus ini sendiri, KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo, Wakil Kepala (Waka) Korlantas Polri non aktif Brigjen Pol Didik Purnomo, dan dua swasta atau rekanan bisnis, Sukotjo Bambang dari PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI), dan Budi Susanto dari PT Citra Mandiri Metalindo Abadi.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini