News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rencana Kenaikan Harga BBM

2013 Pemerintah Tak Berani Naikkan Harga BBM dan TDL

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Solar di SPBU

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Direktur Reforminer Institut Komaidi Notonegoro menegaskan pemerintah tidak akan berani menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tahun depan.

Apalagi, tahun 2013 merupakan tahun politis menuju pemilu 2014. Sehingga dia yakin 99,9 persen pemerintah tidak akan mempertaruhkan citra politiknya dengan menaikkan harga BBM.

"Paling politis, kalau naikin harga tidak akan berani. Baik koalisi maupun opsisi pemerintah tidak akan berani menaikan BBM subsidi," ungkap Komaidi di Jakarta, Sabtu (15/9/2012).

Demikian pula dengan wacana pemerintah yang akan menaikan harga Tarif Dasar Listrik (TDL) pada tahun depan. Ia tidak yakin bahwa itu akan terjadi.

Jika pun TDL akan naik, menurutnya itu hanya ditujukan buat industri. Bukan juga kena kepada masyarakat umum.

"Ada wacana menaikkan tarif dasar listrik, saya yakin itu tidak akan naik. Yang naik adalah industri. Pemerintah hindri itu. Resiko yang besar dalam konteks politik," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah khawatir dengan disparitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan non subsidi yang terlampau jauh. Disparitas harga BBM ini harus dikurangi karena menyangkut perilaku masyarakat dalam hal konsumsi BBM.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan disparitas harga BBM subsidi dengan non subsidi jangan terlampau jauh, jika terus terjadi masyakarat yang sudah sadar menggunakan Pertamax akan tergiur kembali menggunakan premium.

"Kalau terus-terusan disparitas BBM subsidi Rp 4.500 per liter dengan BBM non subsidi Rp 9.500 per liter, maka akan mendorong orang berpindah dari Premium ke pertama dan akan membuat peningkatan pengguna yang tidak berhak seperti kendaraan pemerintah dan mobil mewah menggunakan BBM bersubsidi," ucap Rudi, Jakarta, Rabu (12/9/2012).

Untuk mengurangi disparitas BBM yang terlampau lebar tersebut, kata Rudi, harga premium atau BBM subsidi dinaikkan secara bertahap Rp 500 per liter tiap triwulan/tiga bulan sekali dalam setahun sehingga nanti harga Premium tercapai Rp 6.000 per liter.

"Jadi langkah jangka panjang sesuaikan harga premium Rp 500 per liter tiap triwulan selama tiga kali sampai tercapai harga premium Rp 6.000 per liter.
Andri MALAU

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini