News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pelaksanaan Pilkada

Pemilu Serentak Kurangi Golongan Putih

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga menggunakan hak pilihnya di TPS 25 dan 26 kolong jembatan tol akses bandara, Jalan Petak Asem, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (20/9/2012). Sebanyak 1.100 warga yang terdaftar memilih di TPS tersebut. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilu serentak dinilai akan mengurangi angka golongan putih (Golput). Sebab, orang akan malas datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS) bila pemilu dilakukan berulang-ulang.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/9/2012).

"Ada satu analisa yang menyebut berulangnya orang-orang datang ke TPS, tingkat partisipasi mereka justru akan rendah," ujar Ray.

Ray mengatakan masyarakat tidak memiliki keuntungan jika datang ke TPS berulang kali. Sebabnya, pilihan mereka terhadap Presiden, Anggota Dewan dan Kepala Daerah tidak sesuai harapan.

"Jika intensitas orang tinggi ke TPS, dan tidak ada reword politik yang mereka dapatkan mereka akan malas. Misalnya saja anggota dewan yang mereka pilih justru mau menggembosi KPK, presiden yang mereka pilih malah bohong terus," ujarnya.

Ray mengungkapkan tujuan dari pemilu serentak sebaiknya untuk mengedepankan demokrasi dan bukan untuk menghemat anggaran biaya.

"Oleh karena itu sejak dulu sudah kita didiskusikan agar pemilu serentak, tapi kaitannya bukan uang," tuturnya.

Bila tujuan pemilu serentak hanya bertujuan untuk meminimalisir dana, maka dikhawatirkan format yang akan dipilih justru tidak mengedepankan demokrasi. "Jadi seharusnya kita memilih format yang menguntungkan demokrasi," imbuhnya.

Ray yakin masyarakat tidak akan mempermasalahkan dana yang harus dikeluarkan bila mereka memiliki harapan terhadap calon tertentu.

"Kalau outputnya menyenangkan publik, saya kira tidak ada orang yang mempersoalkan uang, kalau mereka punya harapan. Seperti pilkada lalu, orang akan bayar berapapun kalau orang itu (calon yang mereka pilih) memberikan harapan terhadap daerahnya," tukasnya.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini