News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penarikan Penyidik KPK

Ada Mobilisasi "Liar" di Hari Jumat Keramat KPK

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekitar 50 aktivis antikorupsi menggelar aksi dan membuat barikade di depan kantor KPK, Jakarta, Jumat (5/10/2012) malam.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto menyamakan peristiwa 'pengepungan' aparat kepolisian di Kantor KPK semalam seperti pada tahun 1998, ujung dari rezim Orde Baru.

"Ini sudah seperti tahun 98 ketika ada mobilisasi liar dari satuan-satuan perangkat kekuasaan," ujar Bima Arya usai diskusi Polemik yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2012).

Hal itu juga dinilai Bima Arya, ketika Kapolri Timur Pradopo menyampaikan pernyataan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya rencana aparat kepolisian menyambangi kantor Abraham Samad dkk.

"Kalau Kapolri sudah menyatakan seperti itu, ini ada yang gawat, ada yang serius," ucap Bima Arya.

Untuk itu, Bima Arya menegaskan bahwa sebaiknya Presiden, atau DPR segera memanggil Kapolri untuk dimintai keterangannya. Apabila tidak, dikhawatirkan gerakan-gerakan seperti semalam dapat dianggap benar.

"Inikan bahaya. Provost bisa dimobilisiasi karena kepentingan-kepentingan elemen yang sifatnya personal," kata Bima Arya.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini