News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penarikan Penyidik KPK

Keseriusan Berantas Korupsi Polri Dipertanyakan

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah Provost dan polisi berpakaian preman mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Jumat (5/10/2012) malam. Mereka diduga diperintahkan untuk menjemput paksa anggota polisi yang menjadi penyidik di KPK dan enggan untuk kembali ke institusinya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedatangan sejumlah aparat kepolisian yang ingin menangkap Novel Baswedan, penyidik KPK semalam sangat ganjil.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto juga melihat keanehan pada kejadian Jumat keramat di KPK.

"Sekarang ini ada keraguan di publik bahwa institusi negara seperti Polri punya keseriusan dalam memberantas korupsi," ujar Bima Arya di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2012).

Menurut Bima Arya, penangkapan seorang penyidik KPK atas nama Novel Baswedan oleh sejumlah anggota provost Polda Bengkulu di kantor KPK itu bertabrakan dengan logika. Sebab, aparat masuk secara paksa ke suatu institusi negara yang bertepatan dengan pemeriksaan Irjen Pol Djoko Susilo.

"Jadi kalau Provost sudah dikerahkan, ingin menciduk secara paksa Novel, ada hal-hal yang bertabrakan dengan logika dan ini sangat kritis," kata Bima Arya.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini