News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penarikan Penyidik KPK

TPDI: Polri Sedang Tutupi Kondisi Internal yang Korup

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anak-anak mewarnai kaos berilustrasi Berani Jujur Hebat pada Samarinda Integrity Fair di GOR Segiri, Samarinda, Sabtu (6/10/2012) Pada acara Samarinda Integrity Fair dari 5 sampai 7 Oktober kerjasama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemkot Samarinda merupakan salah satu langkah persuasif dan penanaman sejak dini pemberantasan korupsi demi masa depan negara yang bermartabat. (TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sikap Polri menghadapi KPK dalam kasus korupsi Simulator SIM, membuktikan bahwa Polri sedang berusaha menutup-nutupi kasus korupsi besar lainnya yang terjadi di dalam institusi Polri.

"Upaya itu sekarang dilakukan Polri,  dilakukan untuk menutup-nutupi kondisi intern Polri yang korup agar tidak disentuh oleh KPK," tulis Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus dalam pesan tertulis kepada Tribunnews.com, Senin (8/10/2012).

Mengapa demikian, menurut Petrus, karena apabila kasus korupsi besar lainnya di dalam tubuh Polri dibongkar KPK, maka bisa terjadi timbul perpecahan di dalam internal polri antara polisi hitam dan polisi putih.

"Sudah tentu polisi putih akan didukung oleh ratusan ribu anggota Polri yang berpangkat rendah dan hidup miskin karena gajinya sangat kecil. Sementara, perwira-perwira yang menempati jabatan strategis hidup mewah dari hasil korupsi," jelas Petrus.

Oleh karena itu KPK tidak boleh mundur dan harus lebih fokus kepada tindak pidana korupsi yang terjadi di Kepolisian, Kejaksaan dan Mahkamah Agung.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini