News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sidang Angelina Sondakh

Angie Pernah Ancam Buat 'Tsunami' di DPR Jika Diseret KPK

Penulis: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan politisi Partai Demokrat, Angelina Sondakh (kiri), menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan agenda pemeriksaan saksi, didampingi ayahnya Lucky Sondakh (tengah), Jakarta, Kamis (4/10/2012). Angie menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah dalam penganggaran di Kemenpora dan Kemendiknas. (TRIBUNNEWS.com/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa suap proses anggaran Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Angelina Sondakh pernah melontarkan ancaman untuk Mindo Rosalina Manulang di selnya, Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Ancaman itu diketahui ketika jaksa penuntut umum, membacakan percakapan terdakwa Angelina dengan Rosa menurut Berita Acara Pemeriksaan Rosa, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2012).

Angelina, menurut BAP yang dibacakan jaksa, menjanjikkan Rosa akan mencarikan pekerjaan yang lebih baik lagi, di luar praktik kotor dari penggiringan proyek seperti yang dilakukan perusahaan milik Muhammad Nazarudin, Grup Permai.

"Aduh saya lagi stres banget nih Mbak (Rosa), seolah-olah ini semua saya. Tolong lah mbak bantu saya. Mudah-mudahan setelah Mbak bebas kita cari kerjaan yang bener saja. Tolong ya Mbak bantu saya," ujar Angelina seperti ditirukan jaksa.

Permintaan Putri Indonesia 2001 itu kemudian dikomentari Rosa, bagaimana dirinya membantu, lantaran semua ponsel miliknya sudah disita penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Lagipula, semua bukti komunikasi terkait proyek, termasuk dengan Angelina ada di ponsel itu.

"Saya dari rumah mas Anas dan tidak mau dikorbankan sendiri," ungkap Angelina seperti ditirukan jaksa merujuk BAP.

Rosa lalu menjawab, kalau Angelina sudah diamankan dalam kasus ini. Setelah mendengar keterangan Rosa, politisi Demokrat yang sudah dinonaktifkan dari anggota DPR RI ini melontarkan perkataan bernada ancaman.

"Kalau tidak nanti saya bisa marah besar. Senayan bisa saya bikin tsunami lebih dahsyat dari pada Nazar," ujar Angelina seperti kata jaksa.

Rosa kembali mengungkapkan dirinya siap menanggung ini. Tapi jika disuruh membantu Angelina, Rosa mengaku tidak tahu caranya. Ia mengklaim karena bukan saja dirinya, karena penyidik KPK banyak yang memanggil orang-orang di Grup Permai milik Muhammad Nazarudin.

"Terdakwa bilang ya paling tidak Mbak Rosa membantu saya. Kita sama-sama sebagai seorang ibu," kata jaksa lagi sambil menanyakan apakah benar itu semua kesaksiannya, lalu Rosa menjawab dengan mengiyakan itu adalah keterangannya di depan penyidik.

Berita Terkait: Sidang Angelina Sondakh

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini