News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Hambalang

Adhie M Massardi: Pimpinan KPK Alami Antasari Syndrom

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Makassar Anti Korupsi berunjuk rasa di Jalan Tol Reformasi, Makassar, Sulsel, Kamis (5/7). Dalam aksi tersebut mereka meminta untuk menghentikan politisasi KPK dan menuntut untuk menuntaskan mega skandal korupsi (Century, Hambalang, Wisma Atlet). (Tribun Timur/Muhammad Abdiwan)

TRIBUNNEWS.COM - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tengah mengalami Antasari Syndrom. Maksudnya yakni, kecemasan akan dikriminalisasi jika terlalu berani melawan penguasa dan lingkarannya.

Fakta itu diperkuat dengan tidak segera diusutnya dugaan keterlibatan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng pada kasus dugaan korupsi pembangunan Sekolah Olahraga Nasional (SON) Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Padahal Menpora, disinyalir mengetahui skandal mega proyek senilai Rp 2,5 triliun itu, sebagaimana penuturan mantan Bendum Partai Demokrat M Nazaruddin, mantan Kabag Perencanaan Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar, serta mantan Sesmenpora, Wafid Muharram.

Demikian diuangkapkan Kordinator Koalisi Indonesia Bersih, Adhie M Massardi kepada wartawan, Minggu (28/10/2012). Menurutnya, ada kecemasan yang menghinggapi para pimpinan KPK periode saat ini.

"Saya melihat ada kecemasan di antara pimpinan KPK setiap kali berhadapan dengan kekuasaan, terutama yang formal," kata Adhie.

Adhie mencontohkan, kecemasan itu terlihat saat harus meningkatkan status penyelidikan jadi penyidikan terkait menteri yang dekat dengan istana seperti Andi Mallarangeng, Muhaimin Iskandar, Hatta Radjasa, Gita Wiryawan dan Agus Marto.

Semua dinilainya, terkesan sulit disentuh lembaga antikorupsi pimpinan Abraham Samad Cs tersebut.

"Harus diakui memang Hartati Murdaya bisa mereka tembus. Meskipun petinggi Demokrat, tapi kan bukan pemegang kedaulatan partai," kata mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur ini.

Namun, Adhie berharap KPK bisa menemukan solusi jitu untuk menyentuh pelaku kejahatan kerah putih di pusat kekuasaan. Serta menurutnya, yang paling penting dapat 'bermain cantik' segera keluar dari intervensi dan ancaman.

NASIONAL POPULER

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini