News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dahlan Ungkap Oknum DPR Minta Jatah

Ical Minta Dahlan Berani Ungkap Oknum DPR Pemeras BUMN

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie

TRIBUNNEWS.COM,.JAKARTA--Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan akan menghukum kadernya di DPR yang meminta jatah ke BUMN.

Demikian diungkapkan Capres Partai Golkar ini menanggapi pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan beredarnya SMS berantai mengenai inisial nama oknum DPR pemalak BUMN. "Pasti akan kita hukum," tegas Ical saat ditemui di sela Rapimnas Partai Golkar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Ical tegas meminta Dahlan Iskan mesti mengungkap siapa oknum DPR yang memeras atau kongkalikong dengan BUMN. Namun, itu harus dilengkapi dan dibuktikan kebenarannya bahwa oknum DPR tersebut melakukannya. "Tapi mesti harus dibuktikan," menurutnya.

Karena menurutnya sekarang ini banyak terjadi bahwa belum terbukti sudah dihukum secara sosial dengan pemberitaan di media massa.

Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelumnya mengungkap, akan membeberkan nama oknum DPR yang meminta jatah ke BUMN.

Namun, sebelum Dahlan mengungkapkan nama-nama tersebut, kemarin malam, Senin (29/10/2012) beredar SMS atau pesan singkat mengaku Humas BUMN yang menyebutkan sejumlah inisial nama oknum anggota DPR yang meminta jatah ke BUMN. Demikian kutipan SMS yang beredar tersebut.

"Dari tetangga sebelah: Forward :
Ini Inisial Anggota DPR RI yg memeras BUMN: AK, IM, SN, NW, BS (Golkar); PM, EV, CK (PDIP); AR, IR, SUR ( PKS); FA (HANURA); ALM, NAS, (PAN); JA, SG, MJ (PD); MUZ (GERINDRA). Info: Humas BUMN."

Terkait beredarnya pesan tersebut, Tribunnews mencoba mengkonfirmasi kepada mantan Direktur Utama PLN itu.

"Tanya saja ke Humasnya, saya enggak tahu. Namanya SMS, saya juga belum lihat," Dahlan menanggapi beredarnya pesan singkat tersebut saat ditemui wartawan di kantor pusat PNM, Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Dahlan juga mengaku belum mengetahui soal pesan singkat atau pesan yang beredar. "SMS kan bisa ditambah-tambahi. Tapi saya tidak tahu apakah itu betul atau tidak betul, saya tidak tahu. Yang jelas saya tidak mempublikasikan itu," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini