News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Oknum DPR Minta Jatah

Pesan Berantai Diduga Upaya Adu Domba

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Humas BUMN Faisal Halimi memenuhi undangan Badan Kehormatan (BK) DPR untuk mengklarifikasi pesan berantai inisial oknum DPR pemeras BUMN.

Faisal Halimi mengatakan ia telah menyampaikan ke BK bahwa pesan berantai yang mengatasnamakan Humas BUMN bukan darinya.

"Sudah saya katakan ke teman-teman tidak ada dan tadi BK minta kita ikut menelusuri itu karena BK DPR ingin membersihkan BUMN ini memang kerja BUMN dan BK," kata Faisal di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/11/2012).

Faisal mengatakan bahwa BUMN memiliki 141 perusahaan. Sedangkan ia sendiri adalah Humas Kementerian BUMN. Faisal mengatakan ia telah mengecek asal pesan berantai tesebut kepada tiap perusahaan.

"Mereka tak mungkin menyebarkan sms itu," ujarnya.

Faisal tidak mau menduga-duga siapa penyebar pesan berantai tersebut. Ia beralasan hal itu diluar kapasitasnya sebagai Humas BUMN. "Tapi dalam politik apapun bisa dilakukan," katanya.

Untuk itu, Faisal berencana melaporkan pesan berantai tersebut kepada pihak berwenang, selain kepada BK.

"Nanti saya sebagai bawahan akan lapor ke Pak Dahlan dan kita lihat," tuturnya.

Menurut Faisal, pesan berantai itu sangat merugikan pihaknya dengan mengadu domba dua lembaga antara legislatif dan eksekutif. "DPR sebagai lembaga pengawasan merasa tercemar," ujarnya.

Faisal mengakui mendapat pesan tersebut pada tanggal 29 Oktober 2012 pukul 22.00 WIB. Ia pun juga dihubungi oleh anggota dewan Arya Bima dan Bambang Soesatyo.

" Saya katakan Pak, Bang kami tak pernah keluarkan sms seperti itu kami merasa ada yang mengadu domba," tuturnya.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini