Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat teroris, Mardigu berpendapat pelemparan benda bom rakitan oleh orang tak dikenal terhadap Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tidak terkait Pilkada Sulawesi Selatan. Syahrul dilempar bom molotov saat berorasi di acara jalan santai HUT Golkar ke 48.
"Peristiwa pelemparan itu saya rasa tidak ada kaitannya dengan Pilkada Gubernur Sulsel," ujar Mardigu saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (11/11/2012).
Mardigu mengatakan ia menilai peristiwa tersebut lebih mirip dengan peristiwa di Poso dan teror beruntun di Solo beberapa waktu lalu.
Menurut Mardigu bom tersebut merupakan kualitas low power yang dibuat untuk melukai korbannya bukan untuk meluluhlantahkan orang-orang disana.
"Saya tidak melihat pelaku ini membidik calon gubernur, dia hanya memanfaatkan momen itu untuk meresahkan masyarakat," kata Mardigu.
Seperti diberitakan sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menjadi sasaran pelemparan bom, dalam acara Jalan Santai Komandan, di depan Monumen Mandala, Makassar, Minggu (11/11/2012). Untungnya, bom itu tak meledak.
Saat itu Syahrul yang juga merupakan Ketua DPD I Golkar Sulsel, sedang bernyanyi di depan ribuan warga peserta jalan santai yang diselenggarakan DPD Golkar Sulsel. Tiba-tiba muncul lemparan dari arah penonton. Lemparan tersebut tidak mengenai Syahrul, namun membuat panik seluruh panitia yang ada di sekitar panggung.
Setelah melakukan aksinya, pelaku yang dikenali bernama Awaluddin, warga jalan Sultan Alauddin II No 29, Makassar ini langsung dipukuli massa, tapi untungnya ia langsung diamankan oleh anggota polisi yang sudah berjaga-jaga sebelumnya.
*Berita Lengkap Mengenai Gubernur Sulsel Dilempar Bom Silakan Klik Disini
Baca tanpa iklan