News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Oknum DPR Minta Jatah

Dahlan: Sebelum FPAN Somasi, Saya Sudah Kirim Surat ke BK

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Dirut PLN yang kini menjabat Meneg BUMN, Dahlan Iskan, saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2012). RDP yang juga dihadiri Ketua BP Migas, R Priyono, Menteri ESDM, Jero Wacik, dan Dirut PLN, Nur Pamudji, meninta penjelasan dan verifikasi kepada mantan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, atas audit Badan Pemeriksa Keuangan, terkait temuan inefisiensi PLN sebesar Rp37 triliun. TRIBUN/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri BUMN, Dahlan Iskan menanggapi dingin somasi Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) kepada dirinya.

Pasalnya, menurut penjelasan Dahlan, sebelum somasi dilayangkan FPAN, dirinya sudah menyampaikan surat susulan kepada BK DPR mengenai hal itu.

"Sebelum somasi itu saya sudah melayangkan surat susulan ke BK DPR dengan ketulusan dan dengan fairness dan dengan keadilan bahwa sebelum ada somasi itu sudah mengirim surat itu," ungkap Dahlan menanggapi, saat ditemui usai Rapat dengan Komisi VII DPR terkait temuan BPK soal inefisiensi Rp37,6 triliun PLN di masa kepemimpinannya, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Namun, Dahlan tak mau mengungkapkan surat apa dan bunyinya apa yang disampaikannya kepada BK DPR terkait somasi FPAN.

"Surat itu rahasia, saya tidak bisa mengungkapkan kecuali BK DPR yang mengumumkan," kilahnya.

Fraksi Partai Amanat Nasional tak terima kader mereka, M Ikhlas El Qudsi alias MIEQ disebut memeras BUMN. Hari ini Fraksi PAN akan mendatangi ruang BK DPR guna mengkonfirmasi isu tersebut.

Sementara itu sebelumnya, Sekretaris Fraksi PAN, Teguh Juwarno mengatakan kepada wartawan, Fraksi PAN akan meminta salinan surat laporan yang disampaikan Menteri BUMN, Dahlan Iskan ke BK soal oknum DPR pemeras BUMN.

"Kalau benar Mieq ada dalam laporan tersebut maka fraksi dan MIEQ akan mensomasi DI (Dahlan Iskan)," kata Teguh kepada wartawan, Senin (12/11/2012), di Gedung DPR, Jakarta.

Teguh menyatakan, dalam somasi yang akan dilayangkan ke Dahlan Iskan, mereka meminta menteri BUMN itu meminta maaf secara terbuka kepada publik. Hal ini karena bagi PAN informasi yang disampaikan Dahlan ke BK DPR tidak memiliki dasar.

"DI harus meminta maaf secara terbuka. Karena informasi tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan dan keliru," ujarnya.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini