TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memperkenalkan kembali Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, ditempuh dengan banyak cara.
Salah satunya yang ditempuh Guntur Soekarno, putra sulung Soekarno, yang kembali menerbitkan buku tentang Soekarno.
Ditemui sebelum acara peluncuran kembali, 'Bung Karno, Bapakku, Kawanku, Guruku,' Guntur mengaku awalnya tak ingin buku yang pernah diterbitkan pada 1977, diterbitkan kedua kali.
Tapi, ada tujuan besar kenapa buku itu diterbitkan kembali sekarang.
"Generasi muda yang belum pernah melihat Bung Karno, bisa lebih akrab dengan membaca buku ini. Ini harapan saya," ucap Guntur di Atrium Sampoerna Strategic, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2012).
Dalam buku setebal 272 halaman, Guntur berkisah mengenai kesehariannya dengan Soekarno, bukan belaka karena hubungan anak dan bapaknya, tapi juga seorang kepala negara yang disegani bukan saja di kawasan Asia, tapi dunia.
Buku ini diharapkan melahirkan pesan yang dapat diambil anak muda. Yang menurut Guntur, anak muda sekarang perlu dididik kembali karakternya, tentang bagaimana memiliki watak kebangsaan dan rasa patriotisme, yang sekarang mulai luntur.
Dalam buku ini, terungkap bagaimana Guntur dengan lancar menceritakan dialog antara Soekarno dengan pimpinan negara lain yang berhaluan liberal, kapitalis, komunis, dan bagaimana sebagai ayah mengajari anaknya.
Guntur melihat Soekarno, seperti diungkapkan kepada wartawan, mengibaratkannya sebagai buku yang terbuka.
"Jadi, apa-apa enggak pernah plintat-plintut, tidak takut, konsekuen, pokoknya terbuka," jelas Guntur. (*)
Baca tanpa iklan