News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Indonesia Ruwet Mulai dari Istana Sampai Sepakbola

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekretaris Kabinet, Dipo Alam mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, Rabu (14/11/2012). Dipo melaporkan dugaan praktek penggerusan APBN-P 2012 yang diduga dilakukan oleh oknum DPR dan instansi pemerintah. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Geopolitik Dirgo D Purbo mengatakan, di Bulan November ini Indonesia sedang dilanda keruwetan di segala lini, mulai dari persoalan KPU RI dalam mengelola data pendaftaran Partai Politik untuk mengikuti Pemilu 2014.

"KPU ada agenda besar 2014. Dikala pendaftaran, komisionernya malah ke Amerika Serikat memantau Pemilu disana," ujar Dirgo dalam dialog Polemik yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (17/11/2012).

Menurut Dirgo, keputusan KPU memantau Pemilu Presiden AS yang akhirnya dimenangkan oleh Presiden Barrack Obama itu justru menimbulkan masalah.

Kemudian, terkait polemik antara Mahfud MD dengan Mensesneg Sudi Silalahi mewakili Istana, melalui pernyataan Mahfud yang mengatakan bahwa adanya Mafia Narkoba pengaruhi Istana pun menambah keruwetan baru ketika keduanya saling berdebat.

"Semua itu ada protokolernya (polemik Mahfud MD dan Sudi Silalahi). Harusnya yang berwenang itu menempatkan diri dan ikuti aturan main," ujar Dirgo.

Belum lagi, lanjut Dirgo, Menteri BUMN dan Seskab RI Dipo Alam yang melaporkan dugaan oknum, baik dari DPR dan Pemerintah yang memeras Lembaga BUMN.

"Putusan MK yang menyatakan BP Migas inkonstitusional menjadi pelengkap keruwetan ini," kata Dirgo.

Tidak hanya di Pemerintahan saja, Dirgo juga melihat bahwa dunia Sepakbola pun kini ikut dilanda keruwetan.

Tanpa sadar, lanjut Dirgo, PSSI dibelah-belah sampai tidak punya liga Indonesia, akhirnya rakyat hanya menghargai liga internasional.

"Ditambah atletnya (Diego Michiels) masuk bui. Itu tambah ruwet," kata Dirgo.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini