News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Capres yang Ada Belum Memenuhi Harapan Rakyat

Penulis: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (kanan) bersama tokoh Golkar, Akbar Tandjung di kantor DPP Partai Golkar Jakarta Barat, Sabtu (20/10/2012). Sejumlah tokoh, fungsionaris, dan kader Partai Golkar menghadiri acara syukuran HUT ke-48 Partai Golkar, yang diisi dengan acara pemotongan tumpeng. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama-nama calon presiden yang diperkirakan bakal muncul di 2014 hanya itu-itu saja dan dianggap belum memenuhi harapan rakyat.  Namun jika suatu saat dimunculkan nama capres lain, kemungkinan itu yang akan menjadi pilihan.

Demikian salah satu kesimpulan dari diskusi bulanan bertema “Refleksi kepemimpinan bangsa ke depan" yang digelar di Akbar Tandjung (AT) Institute, Rabu (21/11/2012). Tampil sebagai narasumber, pakar psikologi politik Hamdi Muluk, pakar politik Indonesia Institute Hanta Yudha, dan pendiri AT Institute, Akbar Tandjung.

Menurut Hanta Yudha, ketiadaan capres kuat dan berkualitas, harus dibarengi dengan perbaikan kelembagaan partai dan keterbukaan partai bagi kader berkualitas. Apalagi dalam pilpres langsung, partai lupa bahwa kemenangan lebih banyak didasarkan pada popularitas dan juga logistik.

“Jadi, Partai Golkar juga harus mengadopsi tokoh lain seperti Akbar Tandjung, atau tokoh senior lain yang punya kapasitas dan pengalaman, untuk diajukan sebagai salah satu kandidat,” katanya.

Hamdi Muluk mengatakan, secara psikologis rakyat beranggapan tidak ada pemimpin yang baik dan berkualitas yang muncul saat ini. Tapi, jangan berharap pada munculnya tokoh kharismatis. Sebaiknya, partai mulai menyusun syarat kriteria capres. Jadi, capres harus muncul dari persaingan internal partai yang demokratis.

Penegasan sama dikemukakan Akbar tandjung. Mantan Ketua umum Partai Golkar ini mengatakan, partai politik harus membuka diri bagi kader pemimpin berkualitas. Menurutnya pentingnya memperkuat kelembagaan dalam parpol agar partai semakin kuat dan mampu merekrut kader-kader pemimpin berkualitas.

Akbar menegaskan partai harus membuka diri terhadap figur-figur pemimpin didalam maupun luar partai yang memiliki kompetensi tinggi sebagai capres. Apalagi dalam pemilihan langsung popularitas capres sangat mempengaruhi elektabilitas yang bersangkutan.

"Partai Golkar memang telah memutuskan Ical sebagai capres. Namun tidak tertutup kemungkinan untuk mengevaluasi jika elektabilitasnya tidak meningkat," kata Akbar.

Ketua Wantim Golkar ini menyatakan, opsi untuk melakukan evaluasi dan bagaimana mekanisme evaluasi itu dilakukan, menjadi pekerjaan rumah yang penting menjelang 2014.

"Ical secara resmi mendeklarasikan sebagai capres Juli 2012, maka pada Juli 2013 adalah saat tepat untuk melakukan evaluasi pencapresannya, apakah tetap atau berubah," ujar Akbar Tandjung.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini