News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Oknum DPR Minta Jatah

Dirut Merpati: Ada Kata 'Mengingatkan' di Pertemuan 1 Oktober

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Badan Kehormatan DPR RI memintai keterangan Dirut Merpati Nusantara Airlines, Rudy Setyopurnomo, terkait dugaan pemerasan terhadap BUMN oleh oknum anggota DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/2012). BUMN yg dipanggil BK selain PT MNA adalah PT Garam dan PT PAL. TRIBUN/DANY PERMANA

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Kehormatan (BK) DPR masih menemukan adanya perbedaan pandangan saat konfrontir dilakukan antara Direksi Merpati dengan anggota Komisi XI DPR.

Ketua BK M Prakosa mengatakan, dalam konfrontasi tersebut diakui adanya pertemuan pada tanggal 1 Oktober 2012
terkait undangan Panja Merpati. Namun rapat tersebut tidak kuorum akhirnya pertemuan itu jadi tidak resmi.

"Sementara, dari hasil konfrontasi tadi, ada pendapat yang berbeda (antara direksi merpati dan anggota DPR)," kata Prakosa di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Prakosa mengatakan dalam pemeriksaan terhadap Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo tak pernah satupun mengatakan ada kata-kata "pemerasan".

Tapi, kata Prakoso, Rudy mengatakan dalam rapat 1 Oktober itu ada kata-kata "mengingatkan" yang keluar dari salah satu anggota dewan.

"Tetapi ini berbeda dengan apa yang kami dengar dari peserta rapat (tanggal 1 Oktober), jadi ada suatu perbedaan secara substansial dari materi apa yang dibahas, jadi harus diperkuat adanya tudingan ini maka kami perlu ada penguatan data. Dalam rapat itu ada pembiraan yang menurut direksi Merpati ada nuansa untuk "mengingatkan" adanya sesuatu hal," tuturnya.

Prakosa mengatakan pengakuan anggota DPR itu pembicaran dengan direksi Merpati hanya mengenia bussiness plane.

"Ini sama-sama (antara dirut Merpati dan anggota DPR) tidak ada argumennya, makannya kita menunggu data-data dirut. Yang jelas dalam rapat itu ada kata-kata tentang mengingatkan komitmen, itu dari Pak Rudy. Tapi dari pihak lain itu rapat resmi," katanya.

Berbeda lagi yang berada dalam surat Dahlan Iskan yang disampaikan ke BK. Menurut Prakosa, dalam surat dari Dahlan yang dia terima, ada kata-kata "permintaan".

"Dari surat Dahlan itu, ada kata-kata "permintaan". Kata "permintaan" itu kan kata aktif," ujarnya.

Diketahui, BK hari ini melakukan konfrontasi antara Direktur Keuangan, Direktur Niaga dan Direktur Utama PT Merpati dan lima anggota DPR yaitu Zulkifliemansyah, Achsanul Qosasih, Linda Megawati, Saidi Butar-Butar dan I Gusti Agung Ray.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini