News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Balita Tewas Ditendang Ibu Tiri

Nurlena Biarkan Junis Tak Sadarkan Diri Selama Berjam-jam

Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nurlena (26), ibu tiri korban tewas, ditahan di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2012). Ia mengaku sebagai orang yang bertanggungjawab dibalik tewasnya Aini Junistisia. (Warta Kota/Gopis Simatupang)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiara Amanda (8) baru saja pulang sekolah pada Sabtu sore lalu (24/11/2012), namun sesampainya di rumah tiba-tiba sang ibu tiri, Nurlena Amanda (26) ia dapati dalam keadaan murka, ia dan sang adik, Aini Junistisia (4), langsung dihukum. Keduanya disuruh berdiri di ruang tamu, tidak boleh makan, minum apalagi bermain dengan teman-teman sebayanya.
 
Saat dihubungi Tribun, Tiara mengaku tidak tahu menahu ada apa gerangan, ia bingung apa kesalahan yang dilakukannya maupun sang adik sehingga Nurlena menghukumnya. Namun menurutnya, hukuman bagi dirinya bukanlah hal yang asing lagi selama dua bulan terakhir hidup bersama sang ibu tiri.
 
Saat hukuman diberikan, di rumah kontrakan yang terletak di kawasan Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten itu hanya terdapat mereka bertiga. Sementara nahnu Hadi Saputra (43) sang ayah tengah sibuk menjaga warnetnya di kawasan Ciputat, Tanggerang Selatan, Banten, dan memang menurut Tiara sang ayah jarang berada di rumah.
 
Tiara mengakui sejumlah penyiksaan yang dilakukan sang ibu tiri, mulai dari menghantam Junis dengan talenan, memukulnya degan sepotong pipa paralon, hingga memaksa dirinya untuk mengikatkan tali ke mata Junis.
 
“Kita disuruh berdiri lama, sampai pagi, dede (Junis) lalu tiduran di ubin, mama tiri marah, dede terus dibanting,” ucapnya.
 
Ia mengingat bahwa pada Minggu pagi itu, Junis langsung tak sadarkan diri, dengan bibir berdarah. Sang ibu tiri kemudian panik dan menangis, lalu mencoba menghubungi Nahnu, namun sang ayah tidak kunjung bisa dihubungi. Tak hanya itu, Nurlena juga meminta Tiara untuk tidak memberitahukan penganiayaan tersebut kepada Nahnu, dan harus mengakui bahwa kecelakaan tersebut adalah perbuatannya.
 
“Papa baru pulang malam, terus kita sama-sama ke rumah sakit,” terangnya. Menurut Tiara, selama sang ayah belum tiba, Junis berjam-jam hanya dibaringkan di tempat tidur dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sang kepala keluarga kemudian baru bisa dihubungi Minggu dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB, dan langsung bergegas pulang saat mendapat kabar buruk tersebut.
 
Junis akhirnya dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan. Kepolisian akhirnya mengendus kejanggalan pada kasus Junis, dan menetapkan Nurlena yang tengah hamil enam bulan sebagai tersangka pada Rabu lalu (28/11/2012), dan sehari setelahnya, Junis menghembuskan nafas terakhirnya.

NASIONAL POPULER

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini