News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Silatnas Partai Demokrat

Pendiri Demokrat Ragu Elektabilitas Partai Naik

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, bersama Sekjen PD, Eddhie Baskoro Yudhoyono, dan Wakil Ketua Umum PD, Jhonny Allen (kanan-kiri) membuka acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) PD, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12/2012). Silatnas tersebut merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-11 PD. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hencky Luntungan, salah seorang Pendiri Partai Demokrat mengungkapkan, dirinya ragu elektabilitas partai mampu mencapai target, apalagi sebentar lagi memasuki tahun 2014 dan suhu politik kian memanas.

"Langkah kami untuk katrol kembali elektabilias Partai Demokrat sesuai target 30 persen tidak mungkin dilakukan," ucap Hencky dalam jumpa pers Badan Usaha Penyelamat Partai Demokrat (BUPPD) di Galery Cafe Cikini, Jakarta, Sabtu (15/12/2012).

Keraguan Hencky yang pernah menjabat sebagai Sekjen Task Force SBY For President ini berdasarkan fakta yang terlihat di internal partai berlambang mercy ini, bahwa adanya tindakan yang diluar aturan, bahwa kewenangan Majelis Tinggi Partai Demokrat beberapa kali 'dikangkangi' oleh DPP.

"2013 sudah besok dan masih saja ribut. Jadi apa yang perlu dikonsiliasi?" ujar Hencky.

Dengan demikian, Hencky menuturkan bahwa sebagai pendiri Partai, ia memiliki tiga opsi dalam menyikapi nasib Partainya yang pada titik nadir ini.

Opsi yang dimiliki Hencky yakni, pertama membiarkan partai ini berjalan dengan kisruh dan pihaknya selaku salah seorang Pendiri hanya menjadi penonton.

Kedua, yakni lakukan restrukturisasi dan revitalisasi internal partai, dengan 'memutus' kader yang terlibat korupsi dan bermasalah, dan ketiga membubarkan partai.

"Tapi yang kami peduli itu opsi nomor dua. Jadi tidak hanya Anas, tapi siapa yang terlibat itu keluar dari Partai Demokrat," tutur Hencky.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini