News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ruhut Didepak dari DPP Demokrat

Soal Ruhut SBY Diam, Mungkin karena Ini

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Repuboik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, bersama Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi (kiri), dan Wakil Presiden, Boediono (kanan), menghadiri pertemuan Gubernur, Kapolda, dan Pangdam se-Indonesia, di Jakarta, Jumat (30/11/2012). Presiden memberikan pengarahannya pada Rapat Koordinasi Persiapan Penyerahan daftar agregat kependudukan per kecamatan sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2014, juga mengenai peningkatan keamanan di setiap daerah. TRIBUN/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga hari ini memilih diam atau tidak bereaksi apapun terkait pencopotan Ruhut Sitompul sebagai ketua DPP Demokrat.  Padahal Ruhut termasuk yang kerap membela SBY dalam berbagai  kesempatan.

Pengamat Politik M Qodari menyebut alasan di balik diamnya SBY. "Mungkin (SBY) mulai kedodoran. Apalagi jagonya yang justru terkapar duluan," kata Qodari ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Rabu (19/12/2012).

Jago SBY dimaksud adalah Andi Alfian Mallarangeng (AAM) yang mundur dari Demokrat dan kursi Menpora setelah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus Hambalang. Menurut Qodari Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum memanfaatkan momentum tersebut.

"Anas memanfaatkan momentum tersangkanya AAM untuk reposisi Ruhut dan lainnya," kata Qodari. Ibarat tinju, Qodari menyebut ketika lawan lagi sempoyongan langsung diberi hook (pukulan telak).

Selain itu, Qodari menilai langkah Anas itu sebagai upaya  menggerakkan "otot politik" yang dia miliki. Anas juga diduga melakukan "konsolidasi politik" dan kemudian  Anas sekalian mengukur "kekuatan politik"-nya.
(Aco)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini